Berita Sepakbola

4 Pemain Hot di Ajang Transfer Tengah Musim Liga 1

4 Pemain Hot di Ajang Transfer Tengah Musim Liga 1

4 Pemain Hot di Ajang Transfer Tengah Musim Liga 1

4 Pemain Hot di Ajang Transfer Tengah Musim Liga 1 – Putaran kesatu persaingan Liga 1 tahun ini menginjak babak akhir. Tim-tim kontestan persaingan kasta elite Tanah Air mulai pasang kuda-kuda menggali pemain-pemain gres ketika bursa transfer tengah musim kembali dimulai oleh administrator PT Liga Indonesia Baru. Berbeda dengan persaingan profesional di Eropa yang menerapkan sistem kontrak jangka panjang menahun, di Indonesia rata-rata klub-klub mesti mengontrak pemain sekitar setahun saja. Bahkan andai rapor seorang pemain merah, klub-klub Indonesia tanpa tidak basa-basi dapat mengakhiri kontrak pemain. Bukan hal yang mengherankan jika pemain dapat dengan mudahnya berganti seragam hanya dalam semusim. Jadi nyaris dapat dipastikan bursa transfer tengah musim persaingan kasta tertinggi di Indonesia seramai dengan bursa transfer awal-awal musim. Bakal banyak sekali muncul pemain baru. Lalu lintas eksodus pemain akan ramai. Di partai Torabika Soccer Championship 2016, umum sepak bola nasional dikagetkan dengan transfer Greg Nwokolo ke Persija atau Marcos Flores ke Persib Bandung. Situasi serupa agaknya bakal terulang di bursa transfer jelang paruh kedua Liga 1 tahun ini.

Ilija Spasojevic – Ilija Spasojevic, striker asal Montenegro bukan nama asing di kompetisi elite sepak bola nasional. Pemain berusia 29 tahun tersebut telah malang melintang di banyak klub Indonesia. Ia sempat singgah di PSM Makassar, Mitra Kukar, Putra Samarinda, Pelita Bandung Raya, dan pula Persib Bandung. Di klub-klub itu Spaso selalu konsisten unjuk ketajamannya. Saat persaingan Indonesia sepi sebab konflik berkepanjangan antara PSSI dengan Menpora, Imam Nahrawi, pada periode 2015-2016 Spaso memilih hengkang ke Malaysia. Pada bulan Desember 2015 ia sah meneken kontrak untuk 2 tahun dengan klub Melaka United. Di musim kesatunya ia mengantar Melaka jadi jawara Malaysia Premier League 2016. Ia jadi top scorer persaingan kasta kedua Negeri Jiran dengan lesakan 24 gol. Sayang, Spaso jadi korban keganasan Liga Super Malaysia. Ia didepak pada pertengahan musim sebab Melaka United hendak mencari pemain asing baru yang lebih wah. Padahal, dari segi produktivitas Spaso tak mengecewakan. Berstatus contract free Ilija Spasojevic langsung jadi target banyak klub besar Indonesia. Persib Bandung dan Persija Jakarta yang sangat terlihat getol melakukam pendekatan. Pemain kelahiran 11 September 1987 belum menyimpulkan akan berlabuh ke klub mana pada bulan Agustus depan. Namun, rumor berhembus bila ia akan kembali ke Tim Maung Bandung, yang pernah memakai jasa sang pemain di Piala Presiden 2015.

Zulham Zamrun – Nama Zulham Zamrun melesat ke puncak popularitas ketika mengantar Persib Bandung juara Piala Presiden 2017. Ia jadi pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak turnamen dengan sumbangsih 6 gol. Namun, kariernya hampir selesai akibat cedera berat ACL ketika tampil dalam suatu turnamen amatir di Sulawesi Selatan. Ia mesti menepi dari lapangan hijau sampai separuh tahun. Persib berbaik hati menampung sang pemain pada pentas Torabika Soccer Championship 2016. Secara perlahan, Zulham bangkit dari karier terpuruknya. Striker sayap kelahiran Ternate tersebut kembali menemukan format permainan terbaik. Ia lantas masuk skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Keputusan mengejutkan dipungut sang winger jelang Liga 1 tahun ini. Ia menampik perpanjangan kontrak dari Persib dengan dalil tak diharapkan oleh pelatih, Djadjang Nurdjaman. Zulham lantas kembali ke klub lamanya, Mitra Kukar. Apesnya, ia mendapatkan kendala untuk masuk jajaran pemain inti di Tim Naga Mekes. Karena merasa dilalaikan oleh pelatih, Jafri Sastra, di pertengahan putaran kesatu Liga 1 2017 Zulham memilih mengundurkan diri dari Mitra Kukar. Dengan kualitas yang dimiliki, Zulham jadi rebutan tidak sedikit klub. Arema FC, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, rumornya mulai membuka pintu negosiasi. Terakhir, Zulham dikaitkan dengan klub Liga 2, Cilegon United. Ia masih enggan bicara masa depannya.

Gustavo Lopes – Nama Gustavo Lopez menarik perhatian penggemar sepak bola nasional pada Indonesia Super League 2011-2013. Ia jadi pusat kekuatan garis tengah Persela Lamongan. Arema pun menggondol sang pemain pada musim 2014 dengan banderol mewah. Di Tim Singo Edan pemain tengah serang asal Argentina langsung disukai Aremania. Gaya bermain Gustavo mengingatkan pada sosok Luciano Leandro atau Carlos De Mello, yang memesona di era Liga Indonesia 1990-an. Keputusan mengejutkan dipungut Gustavo Lopez, ketika ia memilih menyeberang ke Malaysia pada musim 2015. Ia dibajak klub Terengganu FA. Di klub ini ia lansung menjadi bintang. Sayang di musim ke-2 gelandang kelahiran 28 April 1983 tersebut terpinggirkan sebab cedera lutut parah. Setelah berusaha pulih dari cedera Gustavo belakangan tengah dihubung-hubungkan dengan Arema FC. Manajemen Kera-kera Ngalam pada putaran kedua Liga 1 tahun ini berencana melepas satu di antara pemain asing non Asia yang mereka miliki. Namun, Arema tak sendiri dalam upaya mengundang sang pemain. Persija Jakarta dan Sriwijaya FC rumornya pun berupaya mendekati gelandang berusia 34 tahun tersebut. Peluang mengundang Gustavo Lopez tersingkap lebar, sebab sang pemain ketika ini tidak terbelenggu kontrak dengan klub manapun. Walau isu rentan cedera pun menjadi bumbu saga transfer Gustavo.

Stefano Lilipaly – Dari 12 pemain naturalisasi yang terdapat di Indonesia, di samping Cristian Gonzales sosok Stefano Lilipaly masuk kelompok pemain bermutu. Kehadirannya membawa efek nyata pada Timnas Indonesia. Stefano menjadi pemain yang sangat produktif di Tim Merah-Putih bareng Boaz Solossa pada Piala AFF 2016 silam. Ia menorehkan 3 gol di event elite Asia Tenggara tersebut.Pemain serba bisa kelahiran 10 Januari 1990 itu jadi satu di antara kartu truf coach Alfred Riedl di Piala AFF 2016. Sinar kebintangannya yang merekah di Tim Garuda berlanjut ke Belanda. Pada peralihan tahun 2016 ke 2017 Stefano yang didikan Akademi Utrecht FC diambil SC Cambuur dari SC Telstar. Di klub barunya, Stefano yang dimainkan sebagai bek sayap unjuk produktivitas dengan mencetak 9 gol. Bali United jadi klub Indonesia kesatu yang terang-terangan mengaku ketertarikan menggondol gelandang serang keturunan Maluku itu. Namun mereka mundur teratur sebab Cambuur mematok banderol transfer nyaris menembus Rp 10 miliar. Persib Bandung, yang kehilangan sosok play maker ulung Makan Konate dan Firman Utina diam-diam pun kepincut hendak memboyong Stefano. Banderol mahar transfer bukan masalah untuk Tim Maung Bandung, yang berani bayar mahal pemain asal Ghana, Michael Essien.